Topikseru.com - Sumatera Utara (Sumut) berpeluang mendapat dorongan ekonomi dari penyelenggaraan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah pada November 2027. Agenda berskala nasional dan internasional tersebut diperkirakan menarik hingga satu juta pengunjung, sehingga membuka peluang peningkatan aktivitas bisnis di berbagai sektor.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menilai kehadiran peserta dan peninjau dari berbagai daerah, termasuk mancanegara, dapat memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Menurut Bobby, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpotensi merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan selama kegiatan berlangsung.
"Agenda berskala nasional dan internasional ini diyakini memberikan dampak positif pertumbuhan ekonomi," ujar Bobby seusai menerima panitia dan jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (2/11/2026).
Satu Juta Pengunjung Jadi Peluang bagi UMKM Sumatera UtaraPotensi ekonomi dari Muktamar Muhammadiyah tidak hanya bertumpu pada penyelenggaraan persidangan organisasi. Arus kedatangan peserta, peninjau, dan tamu dari luar daerah diperkirakan menciptakan permintaan tambahan terhadap berbagai produk dan layanan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Sumatera Utara tahun 2025, terdapat sekitar 1,4 juta unit UMKM di wilayah tersebut. Sebanyak 98,9 persen di antaranya merupakan usaha mikro dan kecil.
Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menjadi salah satu modal bagi Sumut untuk menangkap peluang ekonomi selama muktamar.
Bobby mengatakan, penunjukan Sumut sebagai tuan rumah perlu dimanfaatkan untuk menggerakkan kegiatan ekonomi lokal. Pelaku usaha kuliner, penyedia transportasi, penginapan, pedagang, hingga produsen lokal berpotensi memperoleh tambahan pelanggan.
Namun, besarnya dampak ekonomi nantinya akan bergantung pada kesiapan daerah dalam menghubungkan kebutuhan pengunjung dengan kapasitas usaha masyarakat.
Stadion Teladan dan Kampus UMSU Disiapkan sebagai Lokasi UtamaKetua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, menjelaskan bahwa persiapan Muktamar ke-49 telah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan.
Menurut dia, muktamar merupakan agenda besar bagi warga Muhammadiyah sehingga membutuhkan perencanaan panjang, termasuk kesiapan fasilitas dan lokasi kegiatan.
Rangkaian acara direncanakan berlangsung di dua lokasi utama di Kota Medan. Pembukaan muktamar akan digelar di Stadion Teladan, sedangkan persidangan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah direncanakan berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Agung memperkirakan jumlah pengunjung dapat mencapai satu juta orang yang datang dari berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri.
Jika proyeksi tersebut terealisasi, kebutuhan akomodasi, konsumsi, mobilitas, dan layanan pendukung lainnya akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Muktamar Bakal Hadirkan Ekspo Ekonomi dan Forum InternasionalSelain agenda persidangan organisasi, panitia juga merencanakan sejumlah kegiatan pendukung untuk memperluas manfaat penyelenggaraan muktamar.
Salah satunya adalah ekspo atau pameran ekonomi yang dapat menjadi ruang promosi produk dan aktivitas usaha. Kegiatan ini berpotensi mempertemukan pelaku UMKM dengan pengunjung dari berbagai daerah.
Panitia juga merencanakan pertemuan internasional yang menghadirkan perwakilan cabang Muhammadiyah dari 30 negara serta organisasi Islam dunia.
Kehadiran delegasi internasional tersebut diharapkan memperluas jangkauan kegiatan, sekaligus membuka peluang interaksi dan kerja sama lintas negara.
Bagi Sumatera Utara, rangkaian acara tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan, potensi pariwisata, serta kapasitas ekonomi daerah kepada pengunjung dari luar negeri.
Pemprov Sumut Siap Mendukung Penyelenggaraan MuktamarPemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.
Bobby menegaskan pemerintah daerah siap membantu dan memfasilitasi kebutuhan penyelenggaraan agar agenda tersebut berjalan lancar.
"Pada prinsipnya Pemprov Sumut mendukung, dan memfasilitasi seluruh kegiatan muktamar ini. Kami sangat terbuka, dan berharap agenda besar ini berjalan sukses," kata Bobby.
Sementara itu, Agung Danarto mengapresiasi sambutan dan dukungan yang diberikan pemerintah provinsi. Ia juga menyampaikan permohonan agar Bobby bersedia menjadi penasihat atau pengarah dalam struktur kepanitiaan muktamar.
Menurut Agung, persiapan dilakukan sejak jauh hari, termasuk kebutuhan pembangunan gedung baru untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Tantangan Berikutnya: Memastikan Manfaat Ekonomi Dirasakan MasyarakatTarget satu juta pengunjung menjadikan Muktamar ke-49 Muhammadiyah sebagai peluang besar bagi perekonomian Sumatera Utara. Namun, potensi tersebut tidak otomatis berubah menjadi peningkatan pendapatan masyarakat tanpa persiapan yang terukur.
Ketersediaan penginapan, kelancaran transportasi, pengelolaan arus pengunjung, kesiapan kawasan kuliner, serta keterlibatan UMKM menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.
Pemerintah daerah dan panitia juga perlu memastikan pelaku usaha lokal mendapat kesempatan berpartisipasi dalam rantai kebutuhan acara, termasuk melalui ekspo ekonomi dan penyediaan produk maupun jasa.
Jika persiapan tersebut berjalan optimal, muktamar tidak hanya menjadi agenda organisasi keagamaan, tetapi juga dapat menjadi momentum promosi ekonomi dan pariwisata Sumatera Utara.