Le Minerale Diboikot, Ini Profil Jogi Hendra Atmadja dan Kekayaan Pendiri Mayora

Muchlis - Minggu, 01 November 2026 07:05 WIB
Jogi Hendra Atmadja, pendiri Mayora Group yang menaungi bisnis Le Minerale, menjadi perhatian setelah muncul seruan boikot terhadap merek air mineral tersebut.

Topikseru.com - Seruan boikot terhadap Le Minerale di media sosial membuka perhatian publik terhadap perusahaan di balik merek air minum dalam kemasan tersebut. Polemik yang bermula dari kemunculan logo Le Minerale dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, kini turut menyeret perhatian kepada Jogi Hendra Atmadja, pendiri Mayora Group.

Kontroversi ini memperlihatkan bagaimana persoalan komunikasi sebuah merek dapat berkembang menjadi isu reputasi perusahaan. Apalagi, Le Minerale bukan produk yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari portofolio bisnis kelompok usaha makanan dan minuman besar di Indonesia.

Seruan boikot muncul setelah logo Le Minerale terlihat pada water barrier atau pembatas jalan dalam dokumentasi kegiatan pada 29 Oktober 2026. Sebagian warganet kemudian mempertanyakan apakah perusahaan memiliki keterlibatan dalam acara tersebut.

Dugaan itu berkembang karena deklarasi digelar sehari setelah demonstrasi mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Namun, keberadaan logo pada fasilitas pembatas jalan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya sponsorship.

Le Minerale melalui pernyataan di akun Instagram resminya membantah tudingan tersebut. Perusahaan menyatakan tidak menjadi sponsor, tidak terlibat dalam penyelenggaraan, dan tidak memberikan dukungan dalam bentuk apa pun terhadap kegiatan itu.

Perusahaan menjelaskan logo yang terlihat berada pada pembatas jalan yang digunakan untuk kebutuhan pengaturan lalu lintas, bukan sebagai atribut sponsor acara.

Jogi Hendra Atmadja, Sosok di Balik Ekspansi MayoraPerhatian terhadap Le Minerale kemudian meluas ke Mayora Group dan sosok Jogi Hendra Atmadja. Ia dikenal sebagai pendiri kelompok usaha yang membangun bisnis dari produk makanan ringan hingga berkembang menjadi perusahaan dengan portofolio makanan dan minuman.

Le Minerale diproduksi oleh PT Tirta Fresindo Jaya, yang berada dalam ekosistem bisnis Mayora. Sementara itu, PT Mayora Indah Tbk merupakan perusahaan terbuka yang menjalankan bisnis makanan dan minuman dengan berbagai merek yang dikenal masyarakat.

Jogi lahir di Jakarta pada 1946. Meski pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, perjalanan kariernya justru berkembang di dunia usaha.

Pada 17 Februari 1977, Jogi mendirikan Mayora Indah bersama Raden Soedigdo dan Darmawan Kurnia.

Perusahaan tersebut memulai perjalanan bisnis dengan menyasar pasar makanan ringan, termasuk produk biskuit yang kemudian dikenal luas melalui merek Roma.

Langkah ekspansi berlanjut pada dekade berikutnya. Mayora memperkenalkan Kopiko pada era 1980-an, yang kemudian berkembang menjadi salah satu merek andalan perusahaan.

Perusahaan selanjutnya memperluas kategori produknya ke biskuit, wafer, permen, cokelat, makanan kesehatan, hingga minuman kemasan.

Kepemilikan Saham Jogi Capai 25,24 PersenDi balik ekspansi bisnis Mayora, Jogi masih memiliki kepemilikan saham langsung yang signifikan di perusahaan tersebut.

Berdasarkan laporan tahunan PT Mayora Indah Tbk tahun 2025, Jogi tercatat memiliki 5,64 miliar saham atau sekitar 25,24 persen dari total saham perusahaan.

Angka kepemilikan tersebut juga tercantum dalam laporan perubahan struktur pemegang saham periode Juli 2026.

Namun, Jogi bukan pemegang saham terbesar secara keseluruhan. PT Unita Branindo tercatat menguasai 32,93 persen saham, sedangkan PT Mayora Dhana Utama memiliki 26,14 persen.

Dengan demikian, kepemilikan Jogi merupakan kepemilikan langsung terbesar di antara pemegang saham individu yang tercantum dalam laporan tersebut.

Kekayaan Jogi Hendra Atmadja Masuk Daftar Orang Terkaya IndonesiaBesarnya bisnis Mayora juga tercermin dalam estimasi kekayaan keluarga pendirinya.

Dalam daftar Indonesia's 50 Richest yang dirilis Forbes pada 10 Desember 2025, Jogi Hendra Atmadja dan keluarga berada di peringkat ke-24 dengan estimasi kekayaan bersih sebesar US$3,5 miliar.

Forbes mengategorikan sumber kekayaan keluarga tersebut pada sektor makanan dan minuman.

Angka tersebut merupakan estimasi Forbes berdasarkan informasi kepemilikan saham dan keuangan, valuasi perusahaan, harga saham, serta sejumlah penyesuaian lainnya.

Nilai itu bukan laporan kekayaan resmi yang diterbitkan oleh Jogi maupun Mayora.

Besarnya portofolio bisnis Mayora juga terlihat dari jangkauan pasarnya. Menurut profil Forbes, produk-produk perusahaan keluarga tersebut, termasuk Kopiko, Danisa, dan Roma, telah dipasarkan di lebih dari 100 negara.

Kontroversi Merek dan Risiko Reputasi PerusahaanPolemik Le Minerale menunjukkan bahwa reputasi merek dapat bersinggungan dengan persepsi publik terhadap perusahaan induknya. Ketika sebuah produk menjadi sorotan, perhatian konsumen bisa meluas ke pemilik merek, struktur bisnis, hingga portofolio produk lain dalam kelompok usaha yang sama.

Meski demikian, seruan boikot di media sosial belum otomatis menggambarkan perubahan perilaku konsumen secara luas.

Dampaknya terhadap penjualan, pangsa pasar, maupun kinerja keuangan Mayora juga belum dapat disimpulkan tanpa data yang terukur.

Dalam kasus ini, Le Minerale telah membantah keterlibatan dalam kegiatan di Bundaran HI. Perusahaan menyatakan keberadaan logo pada pembatas jalan tidak berkaitan dengan sponsorship acara.

Karena itu, polemik tersebut perlu dibedakan menjadi dua persoalan: dugaan keterlibatan merek dalam kegiatan yang dibantah perusahaan, dan respons publik berupa kritik serta seruan boikot.

Bagi perusahaan dengan portofolio produk yang luas, menjaga kepercayaan konsumen menjadi bagian penting dari keberlanjutan bisnis.

Perkembangan isu Le Minerale pun akan menjadi perhatian, terutama untuk melihat apakah kontroversi di media sosial benar-benar berpengaruh terhadap keputusan pembelian masyarakat.

Editor
: Muchlis

Tag:

Berita Terkait

Topik Wiki

Le Minerale Diboikot Usai Logo Muncul di Deklarasi Sumpah Pemuda, Ini Klarifikasinya