Topikseru.com -Nomor telepon yang sering menerima panggilan dari orang tidak dikenal memang bisa menimbulkan kecurigaan. Namun, banyaknya panggilan asing tidak otomatis membuktikan bahwa data seseorang telah diretas atau bocor.
Ada beberapa kemungkinan yang perlu diketahui masyarakat.
Mengapa Nomor HP Bisa Diketahui Orang Asing?
Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan memasukkan nomor telepon saat mendaftar layanan digital. Mulai dari belanja online, aplikasi pinjaman, pendaftaran undian, hingga layanan tertentu yang meminta nomor aktif.
Jika pengelolaan data layanan tersebut tidak aman atau disalahgunakan, informasi pengguna berpotensi jatuh ke tangan pihak lain.
Selain itu, ada beberapa kemungkinan lain yang membuat nomor telepon tersebar.
Pertama, mengisi formulir online sembarangan. Tidak semua situs atau penyelenggara formulir memiliki sistem perlindungan data yang memadai. Nomor yang dimasukkan bisa disalahgunakan untuk kepentingan pemasaran maupun penipuan.
Kedua, mengikuti giveaway dan promosi. Sebagian kegiatan promosi meminta peserta mencantumkan nomor telepon. Jika penyelenggaranya tidak bertanggung jawab, informasi tersebut berisiko digunakan di luar tujuan awal.
Ketiga, penyalahgunaan database pelanggan. Nomor telepon yang dikumpulkan perusahaan untuk keperluan layanan dapat disalahgunakan apabila terjadi akses tanpa izin atau pengelolaan data yang buruk.
Keempat, aplikasi meminta akses berlebihan. Beberapa aplikasi meminta izin mengakses kontak atau informasi lain yang sebenarnya tidak diperlukan untuk menjalankan fungsinya.
Kelima, nomor telepon tersebar melalui media sosial. Pengguna yang mencantumkan nomor pribadi di profil, kolom komentar, atau unggahan publik berisiko menerima panggilan maupun pesan dari orang tidak dikenal.
Berbagai kemungkinan tersebut juga dijelaskan dalam edukasi mengenai spam call yang diterbitkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kubu Raya.
Mengapa Nomor Asing Bisa Menelepon Berkali-kali?
Panggilan berulang tidak selalu dilakukan secara manual oleh seseorang. Pelaku pemasaran maupun penipu dapat memanfaatkan teknologi panggilan otomatis atau autodialer untuk menghubungi banyak nomor sekaligus.
Menurut pemberitaan Katadata yang mengutip pakar teknologi informasi, penggunaan autodialer, VoIP, nomor virtual, hingga teknik pemalsuan identitas penelepon atau spoofing dapat membuat panggilan spam terus bermunculan dengan nomor berbeda.
Akibatnya, meskipun satu nomor sudah diblokir, panggilan berikutnya bisa datang dari nomor lain.
Cara Melindungi Nomor HP agar Tidak Mudah Disalahgunakan
Masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Jangan sembarangan memasukkan nomor telepon ke situs atau formulir yang tidak jelas.Hindari membagikan nomor pribadi secara terbuka di media sosial.Jangan memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun informasi rekening kepada penelepon.Jangan mengeklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui SMS atau WhatsApp.Blokir dan laporkan nomor yang terindikasi melakukan penipuan.Periksa kembali izin akses aplikasi yang terpasang di ponsel.Jika penelepon mengaku berasal dari bank, perusahaan, atau instansi pemerintah, jangan langsung percaya. Hubungi lembaga tersebut melalui saluran resmi untuk memastikan kebenarannya.OJK juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak memberikan OTP, PIN, maupun kata sandi kepada pihak lain.Data Pribadi Dilindungi Undang-Undang
Di Indonesia, perlindungan informasi pribadi telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Dalam aturan tersebut, data pribadi mencakup informasi yang dapat mengidentifikasi seseorang, baik secara langsung maupun melalui kombinasi dengan informasi lainnya.
Artinya, nomor telepon juga termasuk informasi yang perlu dilindungi, terutama ketika dikombinasikan dengan data lain yang dapat mengungkap identitas pemiliknya.
Penyalahgunaan atau penyebaran data pribadi tanpa hak dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada akhirnya, sering menerima telepon dari nomor asing bukan berarti seseorang pasti mengalami kebocoran data. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai. Sebab, nomor telepon yang terlihat sederhana bisa menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk melakukan penipuan dan mencari informasi pribadi lainnya.