Jejak Karier Irjen Ahrie Sonta Nasution: Dari Ajudan Prabowo hingga Jenderal Bintang Dua dan Kadivkum Polri

Muchlis - Selasa, 03 November 2026 18:20 WIB
Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution yang ditunjuk menjadi Kepala Divisi Hukum Polri pada Oktober 2026.

Topikseru.com - Nama Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Ahrie Sonta Nasution kembali menjadi perhatian setelah dipercaya menempati posisi Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri. Penunjukan tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan karier perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu di lingkungan Mabes Polri.

Ahrie bukan sosok yang sepenuhnya baru bagi publik. Namanya pernah dikenal ketika bertugas sebagai sekretaris pribadi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebelum kemudian dipercaya menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto.

Kini, setelah melewati sejumlah penugasan strategis, Ahrie menduduki jabatan yang memiliki peran penting dalam penguatan aspek hukum di tubuh kepolisian.

Pengangkatannya sebagai Kadivkum Polri tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam keputusan mutasi yang mencakup 88 perwira tinggi dan perwira menengah tersebut, Ahrie ditunjuk menggantikan Irjen Pol Agus Nugroho.

Sebelum mendapatkan jabatan baru, Ahrie bertugas sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tingkat II Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol).

Promosi tersebut mengantarkannya ke jenjang Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.

Mengawali Rekam Jejak Bersama Listyo Sigit di BareskrimPerjalanan profesional Ahrie bersama Listyo Sigit dapat ditelusuri sejak 2020. Saat itu, Listyo masih menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Salah satu perkara besar yang menjadi perhatian Bareskrim pada periode tersebut adalah pencarian Djoko Soegiarto Tjandra, buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali.

Djoko Tjandra berhasil ditangkap di Malaysia pada 30 Juli 2020 setelah sekitar 11 tahun menghindari proses hukum.

Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja tim khusus Bareskrim Polri yang berkoordinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia.

Ahrie tercatat sebagai bagian dari tim yang terlibat dalam operasi tersebut. Pengalaman itu menjadi salah satu catatan penugasannya ketika Listyo masih memimpin Bareskrim.

Hubungan kedinasan keduanya kemudian berlanjut ketika Listyo dipercaya menjadi Kapolri pada 2021.

Tiga Tahun Mendampingi Kapolri Sebelum Bertugas di IstanaPada 18 Februari 2021, Ahrie mendapat penugasan sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri di lingkungan Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Polri.

Sebelum menempati posisi tersebut, ia berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan pernah menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebagai sekretaris pribadi, Ahrie berada dalam lingkungan kerja langsung pimpinan tertinggi Polri. Tugasnya berkaitan dengan dukungan agenda kedinasan, koordinasi, serta kegiatan Kapolri.

Posisi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya. Selama menjalankan tugas itu, Ahrie juga memperoleh kenaikan pangkat dari AKBP menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) pada 2021.

Lebih dari tiga tahun berada di lingkungan pimpinan Polri, Ahrie kemudian mendapatkan kesempatan menjalankan penugasan di lingkungan pemerintahan pusat.

Dari Sekretaris Pribadi Kapolri Menjadi Ajudan Presiden PrabowoPerubahan pemerintahan pada 2024 turut membuka babak baru dalam perjalanan dinas Ahrie.

Setelah Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2024, Ahrie dipercaya menjadi ajudan presiden dari unsur Polri.

Penunjukan tersebut dikonfirmasi oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Sebelum terpilih, Ahrie mengikuti proses seleksi bersama sejumlah perwira kepolisian lainnya.

Tugas sebagai ajudan presiden membuatnya menjalankan tanggung jawab di lingkungan Istana Kepresidenan. Ia menjadi bagian dari jajaran ajudan yang berasal dari unsur TNI dan Polri.

Pengalaman mendampingi Kapolri sebelumnya menjadi bagian dari rekam jejak kedinasannya sebelum menjalankan tugas yang berkaitan langsung dengan kegiatan Presiden Prabowo.

Pada Oktober 2025, karier Ahrie kembali mengalami perkembangan. Ia memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi dalam rangkaian kenaikan pangkat perwira tinggi Polri.

Saat itu, Ahrie berusia 44 tahun dan resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu.

Promosi Menjadi Kadivkum Pada Masa Kapolri SuyudiSekitar satu tahun setelah memperoleh pangkat Brigjen Pol, Ahrie kembali mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis di Mabes Polri.

Melalui mutasi yang ditetapkan pada 2 Oktober 2026, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuknya sebagai Kadivkum Polri menggantikan Irjen Pol Agus Nugroho.

Penempatan tersebut membuat Ahrie menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau bintang dua.

Dalam jabatan barunya, Ahrie bertanggung jawab memimpin fungsi hukum di lingkungan Polri. Lingkup tugas Divisi Hukum antara lain berkaitan dengan penyusunan dan harmonisasi regulasi, bantuan hukum, serta pendampingan terhadap institusi kepolisian dalam menghadapi persoalan hukum.

Pada Oktober 2026, Ahrie juga telah terlihat menjalankan tugas sebagai Kadivkum, termasuk menghadiri Forum Nasional Pembangunan Hukum yang membahas harmonisasi regulasi dan penguatan tata kelola hukum nasional.

Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi penting dalam memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Memiliki Latar Belakang Akademik Hingga Jenjang DoktorSelain perjalanan karier di institusi kepolisian, Ahrie juga memiliki rekam pendidikan yang menonjol.

Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 2 April 1981, ia merupakan lulusan Akpol 2002 dari Batalyon Wicaksana Laghawa.

Ahrie melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan. Pada 7 Juni 2018, ketika masih berpangkat Komisaris Polisi (Kompol), ia menjalani sidang doktoral di bidang Ilmu Kepolisian.

Disertasinya membahas reformasi budaya kepolisian, terutama pada tingkat kepolisian resor yang berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

Ahrie juga pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan di sejumlah lembaga luar negeri. Di antaranya Politieacademie Apeldoorn di Belanda, pelatihan analisis kejahatan di Münster, Jerman, serta program di Joint Special Operation University, Amerika Serikat.

Ia juga tercatat pernah mengikuti pendidikan di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Pendidikan formalnya di lingkungan kepolisian berlanjut melalui Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri yang diselesaikannya pada 2024.

Dari Penanganan Narkotika Hingga Operasi NemangkawiSebelum dikenal sebagai sekretaris pribadi Kapolri dan ajudan Presiden, Ahrie pernah menjalani sejumlah penugasan operasional.

Pengalamannya antara lain mencakup penanganan perkara narkotika di Polda Metro Jaya, jabatan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, serta keterlibatan dalam Operasi Nemangkawi di Papua.

Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan perjalanan karier Ahrie yang mencakup fungsi reserse, kewilayahan, pengamanan internal, hingga lingkungan pimpinan institusi.

Kini, tantangan yang dihadapinya berbeda. Sebagai Kadivkum Polri, Ahrie harus memastikan fungsi hukum mampu mendukung pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus memperkuat kepastian hukum di dalam institusi.

Perjalanan dari tim Bareskrim yang terlibat dalam penangkapan Djoko Tjandra, sekretaris pribadi Kapolri, ajudan Presiden Prabowo, hingga menjadi jenderal bintang dua memperlihatkan lintasan karier Ahrie di sejumlah lingkungan strategis pemerintahan dan kepolisian.

Editor
: Agus Supratman

Tag:

Berita Terkait

Topik Wiki

Heboh Isu Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap, Kadiv Humas Beri Jawaban Misterius

Topik Wiki

Terungkap! Eks TNI-Polri Diduga Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Puluhan Orang Direkrut

Topik Wiki

Kapolres Sukoharjo Dimutasi Usai Polemik Penggeledahan Ponpes

Topik Wiki

DPR Usul TGPF Independen Selidiki Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Topik Wiki

Pilih Hati Nurani, AKBP Netty Rosdiana Mantap Tinggalkan Seragam Polri

Topik Wiki

Polisi Dilarang Pakai Vape dan Berlaku di Luar Jam Kerja, Ini Aturannya!