Bukan Sekadar Jamu, 7 Tanaman Herbal Ini Punya Manfaat yang Sudah Diteliti Secara Ilmiah

Rizky Aisyah - Minggu, 08 November 2026 11:55 WIB
detik.com
Jahe, kunyit, bawang putih, dan sejumlah tanaman herbal lainnya mengandung senyawa alami yang telah diteliti karena potensi manfaatnya bagi kesehatan.

Topikseru.com - Tanaman herbal menjadi bagian dari pengobatan tradisional yang masih banyak digunakan masyarakat Indonesia. Mulai dari jahe, kunyit, bawang putih hingga daun kelor, bahan-bahan alami ini sering diolah menjadi minuman, jamu, maupun campuran makanan sehari-hari.

Selain mudah ditemukan, tanaman herbal juga mengandung berbagai senyawa alami yang menarik perhatian para peneliti. Sejumlah penelitian bahkan menemukan potensi manfaatnya untuk membantu meredakan keluhan tertentu, menjaga kesehatan pencernaan, hingga mendukung pengendalian tekanan darah.

Meski demikian, tidak semua khasiat herbal yang dipercaya masyarakat sudah terbukti secara medis. Ada yang telah didukung penelitian pada manusia, tetapi ada pula yang masih sebatas penelitian laboratorium.

Lantas, tanaman herbal apa saja yang memiliki potensi manfaat berdasarkan penelitian ilmiah?

1. Jahe untuk Membantu Meredakan Mual

Jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang paling mudah ditemukan di Indonesia. Rimpang ini sering digunakan sebagai bumbu masakan, bahan jamu, maupun minuman hangat.

Jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang memiliki aktivitas biologis, termasuk sifat antiinflamasi.

Salah satu manfaat jahe yang cukup banyak diteliti adalah kemampuannya membantu mengurangi mual dan muntah, terutama pada masa kehamilan.

Sejumlah penelitian pada manusia menunjukkan jahe dapat membantu meredakan mual pada ibu hamil. Namun, manfaatnya untuk mengatasi mabuk perjalanan belum menunjukkan hasil yang konsisten.

Jahe dapat dikonsumsi dengan mencampurkannya ke dalam makanan atau menyeduhnya menjadi minuman. Konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari karena dapat menyebabkan mulas, iritasi mulut, dan gangguan pencernaan.

2. Kunyit Mengandung Kurkumin yang Berpotensi Meredakan Peradangan

Kunyit dikenal sebagai rempah yang banyak digunakan dalam masakan dan minuman tradisional Indonesia.

Warna kuning khas kunyit berasal dari kurkumin, senyawa aktif yang banyak diteliti karena memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Beberapa penelitian pada manusia menunjukkan kurkumin berpotensi membantu mengurangi nyeri dan kekakuan sendi pada penderita osteoarthritis.

Namun, bukti ilmiah yang tersedia belum cukup untuk memastikan kunyit dapat mengobati penyakit tersebut.

Kunyit dalam jumlah yang biasa digunakan sebagai bumbu umumnya aman dikonsumsi. Berbeda halnya dengan suplemen kurkumin berkonsentrasi tinggi yang dalam beberapa kasus dikaitkan dengan gangguan hati.

Karena itu, penggunaan suplemen kunyit untuk tujuan pengobatan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

3. Bawang Putih Berpotensi Membantu Mengontrol Tekanan Darah

Bawang putih tidak hanya berfungsi sebagai penyedap makanan. Tanaman ini juga mengandung senyawa sulfur, termasuk allicin, yang terbentuk ketika bawang putih dipotong atau dihancurkan.

Kandungan tersebut membuat bawang putih banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sejumlah penelitian menunjukkan suplemen bawang putih berpotensi membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada orang yang mengalami hipertensi.

Meski demikian, efeknya tidak dapat disamakan dengan obat antihipertensi. Bawang putih juga tidak boleh dijadikan satu-satunya cara untuk mengendalikan tekanan darah tinggi.

Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah perlu berhati-hati menggunakan suplemen bawang putih karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

4. Peppermint Berpotensi Mengurangi Keluhan Pencernaan

Peppermint merupakan tanaman herbal yang memiliki aroma segar dan sering digunakan sebagai bahan teh maupun minyak esensial.

Kandungan mentol di dalamnya diketahui dapat memberikan efek relaksasi pada otot polos saluran pencernaan.

Penelitian terhadap minyak peppermint dalam kapsul berlapis khusus menunjukkan potensi manfaat untuk mengurangi sejumlah gejala irritable bowel syndrome (IBS).

Keluhan yang dapat terbantu antara lain nyeri perut, kembung, dan produksi gas berlebih.

Namun, manfaat tersebut terutama ditemukan pada penggunaan jangka pendek. Minyak peppermint juga dapat memperburuk refluks asam atau keluhan asam lambung pada sebagian orang.

Penggunaan peppermint untuk gangguan pencernaan sebaiknya memperhatikan jenis produk dan aturan konsumsinya.

5. Kayu Manis Banyak Diteliti untuk Pengendalian Gula Darah

Kayu manis merupakan rempah yang sering digunakan dalam makanan dan minuman tradisional.

Selain memberikan aroma khas, kayu manis mengandung berbagai senyawa polifenol yang diteliti karena kemungkinan pengaruhnya terhadap metabolisme glukosa.

Beberapa penelitian menemukan konsumsi suplemen kayu manis berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2.

Namun, hasil penelitian masih beragam dan belum cukup kuat untuk menjadikan kayu manis sebagai terapi diabetes.

Jenis kayu manis juga perlu diperhatikan. Kayu manis cassia mengandung kumarin yang jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan hati.

Kayu manis lebih tepat digunakan sebagai pelengkap makanan, bukan pengganti obat diabetes atau pengaturan pola makan.

6. Lidah Buaya Berpotensi Membantu Perawatan Kulit

Lidah buaya dikenal luas sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit dan rambut.

Bagian gel bening di dalam daunnya mengandung berbagai komponen yang telah diteliti untuk mengetahui manfaatnya terhadap kesehatan kulit.

Sejumlah penelitian klinis menunjukkan penggunaan gel lidah buaya pada kulit berpotensi membantu penyembuhan luka bakar ringan dan mengurangi rasa sakit.

Namun, manfaat tersebut tidak berlaku untuk semua jenis luka. Luka bakar berat, luka terbuka yang serius, atau luka yang menunjukkan tanda infeksi tetap membutuhkan penanganan medis.

Perlu diketahui bahwa gel bening lidah buaya berbeda dengan lateks berwarna kekuningan yang terdapat di bagian bawah kulit daunnya. Lateks lidah buaya yang dikonsumsi dapat menyebabkan kram perut dan diare.

7. Daun Kelor Kaya Nutrisi, tetapi Manfaat Pengobatannya Masih Diteliti

Daun kelor menjadi salah satu tanaman yang cukup populer karena kandungan nutrisinya.

Tanaman ini mengandung vitamin, mineral, protein, serta berbagai senyawa antioksidan. Daun kelor juga dapat diolah menjadi sayuran, teh, maupun bubuk tambahan makanan.

Sejumlah penelitian meneliti potensi daun kelor dalam membantu mengendalikan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.

Namun, hasil penelitian pada manusia belum memberikan bukti yang konsisten.

Sebuah meta-analisis pada 2025 yang mengevaluasi sembilan uji klinis dengan total 649 peserta tidak menemukan manfaat yang konsisten dari suplementasi kelor terhadap sebagian besar indikator kesehatan kardiometabolik.

Dengan demikian, daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan bergizi, tetapi belum dapat diklaim sebagai obat diabetes, kolesterol tinggi, maupun hipertensi.

Apakah Tanaman Herbal Selalu Aman Dikonsumsi?

Meskipun berasal dari bahan alami, tanaman herbal tidak selalu bebas dari risiko kesehatan.

Efeknya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis tanaman, jumlah konsumsi, kondisi tubuh, dan obat-obatan yang sedang digunakan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi tanaman herbal:

•Jangan menghentikan obat dokter dan menggantinya dengan ramuan herbal.

•Hindari konsumsi suplemen herbal dalam dosis tinggi tanpa petunjuk tenaga kesehatan.

•Perhatikan kemungkinan interaksi dengan obat yang sedang dikonsumsi.

•Ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta orang dengan gangguan hati dan ginjal perlu berkonsultasi sebelum menggunakan herbal untuk tujuan pengobatan.

•Pastikan produk herbal memiliki komposisi dan izin edar yang jelas.

Masyarakat juga perlu membedakan penggunaan tanaman sebagai bahan makanan dengan penggunaan ekstrak herbal berkonsentrasi tinggi. Keduanya tidak selalu memiliki tingkat keamanan yang sama.

Editor
: Muchlis

Tag:

Berita Terkait

Topik Wiki

Jamu Sungai, Jamu Bendang, dan Jamu Laut: Tiga Tradisi Melayu Sumut yang Terancam Dilupakan

Topik Wiki

Daun Bosi-bosi asal Sumut Diteliti untuk Kanker Payudara, Ini Temuan Peneliti USU

Topik Wiki

Kunyit Asam hingga Beras Kencur, Mengenal Jamu Tradisional yang Tetap Populer

Topik Wiki

Mengenal Kidu-Kidu, Kuliner Khas Karo yang Tidak Semua Orang Berani Mencobanya

Topik Wiki

Longsor yang Menutupi Ruas Jalan Barusjahe - Serdang Dibersihkan Pemkab Karo

Topik Wiki

Gerakan Pangan Murah Digelar di 3 Pasar Karo, Ini Daftar Harga Beras hingga Ayam