Cokelat Pernah Digunakan sebagai Alat Pembayaran, Ini Sejarahnya

Rizky Aisyah - Minggu, 08 November 2026 16:48 WIB
Halodoc
Biji kakao yang menjadi bahan dasar cokelat pernah digunakan sebagai alat pembayaran dalam perdagangan masyarakat Maya dan Aztec di Mesoamerika.

Topikseru.com - Cokelat selama ini dikenal sebagai makanan manis yang banyak digemari. Namun, siapa sangka bahan dasar pembuat cokelat ternyata pernah memiliki fungsi yang jauh berbeda. Ribuan biji kakao atau cacao beans dahulu digunakan sebagai alat pembayaran untuk membeli makanan hingga berbagai kebutuhan hidup.

Praktik tersebut pernah berkembang di wilayah Mesoamerika, terutama dalam peradaban Maya dan Aztec di kawasan yang sekarang menjadi Meksiko dan Amerika Tengah.

Bukan cokelat batangan seperti yang dikenal saat ini, melainkan biji kakao yang telah dikeringkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan, pada masa tertentu, biji kakao menjadi salah satu komoditas penting dalam kegiatan perdagangan masyarakat setempat.

Biji Kakao Pernah Menjadi Pengganti Uang

Sebelum uang logam dan uang kertas dikenal luas, masyarakat di berbagai peradaban menggunakan barang tertentu sebagai alat tukar. Di wilayah Mesoamerika, biji kakao termasuk komoditas yang memiliki nilai tinggi.

Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian menjelaskan bahwa biji kakao sangat dihargai oleh masyarakat Maya dan Aztec hingga digunakan sebagai mata uang di sejumlah wilayah Amerika.

Nilainya tidak hanya berasal dari kegunaannya sebagai bahan minuman, tetapi juga karena tanaman kakao tidak bisa tumbuh di sembarang tempat. Pohon kakao membutuhkan kondisi lingkungan tropis dengan kelembapan dan curah hujan yang sesuai.

Keterbatasan wilayah penghasil kakao membuat biji tersebut menjadi komoditas berharga yang diperdagangkan antardaerah.

Satu Biji Kakao Bisa Ditukar dengan Makanan

Hal yang lebih mengejutkan adalah adanya catatan sejarah mengenai nilai tukar biji kakao.

Berdasarkan dokumen Aztec dari abad ke-16 yang dikutip dalam berbagai kajian sejarah, satu biji kakao dapat digunakan untuk membeli satu tamale, makanan tradisional berbahan dasar jagung.

Sementara itu, sekitar 100 biji kakao disebut dapat digunakan untuk membeli seekor kalkun betina.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa biji kakao bukan sekadar bahan pangan, tetapi juga memiliki nilai transaksi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Catatan sejarah yang dikutip Smithsonian juga menyebutkan bahwa biji kakao digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi, termasuk perdagangan dan pembayaran upeti.

Kakao Juga Digunakan untuk Membayar Pajak dan Upeti

Penggunaan kakao sebagai alat pembayaran tidak terbatas pada transaksi di pasar.

Dalam peradaban Aztec, biji kakao juga menjadi salah satu bentuk pembayaran upeti kepada penguasa. Wilayah-wilayah yang berada di bawah kekuasaan kerajaan harus menyerahkan berbagai komoditas sebagai bentuk kewajiban.

Sementara itu, penelitian arkeologi mengenai sistem ekonomi Maya menunjukkan bahwa kakao dan tekstil katun pernah memiliki fungsi moneter dalam kegiatan perdagangan, pembayaran pajak, serta kebutuhan rumah tangga.

Artinya, biji kakao memiliki peran penting dalam sistem ekonomi masyarakat pada masa tersebut.

Pernah Ada Praktik Pemalsuan Uang dari Biji Kakao

Ketika suatu barang memiliki nilai ekonomi tinggi, risiko pemalsuan juga dapat muncul.

Menariknya, biji kakao pernah menjadi sasaran praktik pemalsuan. Sejumlah kajian sejarah dan arkeologi mencatat adanya biji kakao tiruan yang dibuat dari bahan lain, termasuk tanah liat.

Biji tiruan tersebut diduga digunakan untuk menggantikan biji kakao asli atau dalam konteks tertentu sebagai bagian dari praktik ritual.

Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai kakao pada masa itu cukup penting hingga muncul upaya untuk meniru bentuk alat tukarnya.

Bagaimana Cokelat Berubah Menjadi Makanan Populer?

Seiring kedatangan bangsa Eropa ke Benua Amerika, kakao mulai dikenal lebih luas di luar wilayah asalnya.

Bangsa Spanyol membawa kakao ke Eropa. Minuman berbahan kakao kemudian berkembang menjadi sajian yang digemari kalangan kerajaan dan kelompok masyarakat kaya.

Pada awalnya, cokelat dikonsumsi dalam bentuk minuman yang memiliki rasa pahit dan sering dicampur rempah-rempah seperti vanila serta cabai.

Perubahan besar terjadi ketika teknologi pengolahan cokelat berkembang. Pada 1847, perusahaan J. S. Fry & Sons di Inggris menghasilkan salah satu cokelat batangan pertama yang ditawarkan kepada masyarakat umum.

Sejak saat itu, cokelat terus mengalami perkembangan hingga menjadi produk makanan yang dikenal di berbagai negara.

Kisah biji kakao sebagai alat pembayaran menjadi salah satu fakta menarik dalam sejarah cokelat. Bahan yang sekarang mudah d

Editor
: Muchlis

Tag:

Berita Terkait

Topik Wiki

Limbah Sawit dan Kakao Bisa Jadi Sumber Cuan, Peluang Bisnis Apa yang Bisa Dikembangkan?

Topik Wiki

Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Picu Lebih dari 2.000 Kematian Tambahan dalam Sepekan

Topik Wiki

Prediksi Skor Swiss Vs Aljazair di 32 Besar Piala Dunia 2026: Les Fennecs Uji Kekuatan Kuda Hitam Eropa

Topik Wiki

Manchester City Abadikan Pep Guardiola dengan Patung di Etihad, Tribun Utara Berganti Nama

Topik Wiki

Ikan Penghuni Danau Toba Ini Kini Jadi Primadona Ekspor, Permintaan AS dan Eropa Melonjak

Topik Wiki

PSG vs Bayern Munich 3-2: Hujan Gol di Paris, Kane hingga Dembele Saling Balas