Topikseru.com - Di dunia hewan, bentuk kotoran biasanya bulat, lonjong, atau menyerupai tabung. Namun, ada satu mamalia asal Australia yang memiliki keunikan tidak biasa. Wombat ternyata mengeluarkan kotoran berbentuk kubus.
Bentuknya bahkan terlihat seperti potongan dadu kecil dengan sisi-sisi yang relatif datar. Fenomena ini bukan kebetulan atau hasil rekayasa, melainkan terbentuk melalui proses biologis di dalam sistem pencernaan wombat.
Keunikan tersebut telah lama membuat para ilmuwan penasaran. Penelitian yang dilakukan sejumlah ahli akhirnya mengungkap bagaimana usus wombat mampu menghasilkan bentuk geometris yang jarang ditemukan pada hewan lain.
Lantas, apa saja fakta menarik tentang wombat dan bagaimana tubuhnya menghasilkan kotoran berbentuk kubus?
1. Wombat Merupakan Hewan Asli Australia
Wombat adalah mamalia berkantung atau marsupial yang berasal dari Australia. Hewan ini memiliki tubuh pendek, kaki kuat, cakar besar, serta gigi depan yang digunakan untuk menggali tanah dan mencari makanan.
Wombat termasuk hewan herbivora yang memakan rumput, akar, dan berbagai jenis tumbuhan. Mereka menghabiskan banyak waktu di dalam liang bawah tanah yang dibuat menggunakan cakarnya.
Ada tiga spesies wombat yang masih hidup, yakni bare-nosed wombat, southern hairy-nosed wombat, dan northern hairy-nosed wombat.
Namun, spesies bare-nosed wombat atau wombat berhidung telanjang paling dikenal karena menghasilkan kotoran berbentuk kubus.
2. Kotoran Berbentuk Kubus Terbentuk di Dalam Usus
Salah satu fakta paling mengejutkan tentang wombat adalah bentuk kotorannya tidak berasal dari anus yang berbentuk persegi.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Soft Matter pada 2021 mengungkap bahwa proses pembentukan kubus terjadi di bagian akhir usus besar.
Peneliti menemukan adanya perbedaan ketebalan dan kekakuan jaringan pada dinding usus wombat. Ada bagian yang lebih kaku dan bagian lain yang lebih lentur.
Ketika otot usus berkontraksi, perbedaan struktur tersebut membantu membentuk sisi datar dan sudut pada kotoran.
Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari University of Tasmania dan Georgia Institute of Technology ini menjelaskan bahwa bentuk kubus mulai terbentuk pada sekitar 17 persen bagian terakhir usus.
Temuan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa bentuk kotoran wombat dihasilkan oleh struktur anusnya.
3. Mengapa Kotoran Wombat Bisa Sangat Kering?
Proses pencernaan wombat juga menjadi bagian penting dari keunikan tersebut.
Sebagai hewan pemakan tumbuhan, wombat harus mencerna makanan yang kaya serat dan relatif sulit diuraikan.
Proses pencernaannya berlangsung lambat sehingga tubuh memiliki waktu lebih panjang untuk menyerap nutrisi dan air dari makanan.
Penyerapan air yang sangat efisien membuat kotoran wombat menjadi lebih kering dan padat.
Kondisi tersebut membantu kotoran mempertahankan bentuk kubus ketika dikeluarkan dari tubuh.
Menurut penelitian University of Tasmania, kotoran wombat bahkan sekitar sepertiga lebih kering dibandingkan kotoran manusia.
4. Kotoran Kubus Digunakan untuk Menandai Wilayah
Bentuk kotoran wombat ternyata juga berkaitan dengan perilaku hewan tersebut.
Wombat menggunakan kotorannya sebagai penanda wilayah dan sarana komunikasi dengan wombat lain.
Mereka sering meninggalkan kotoran di tempat-tempat yang menonjol, seperti batu, batang kayu, atau area tertentu di sekitar liang tempat tinggalnya.
Bentuk kubus membuat kotoran lebih stabil dan tidak mudah menggelinding ketika diletakkan di permukaan yang miring.
Meski demikian, para ilmuwan masih mempelajari secara mendalam alasan evolusioner di balik bentuk kubus tersebut.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Zoology pada Desember 2025 juga membahas kemungkinan fungsi kotoran wombat sebagai sarana penyampaian informasi antarsesama melalui tempat-tempat yang digunakan bersama untuk meninggalkan kotoran.
5. Penelitian Kotoran Wombat Pernah Meraih Penghargaan Ig Nobel
Fenomena kotoran berbentuk kubus ternyata pernah membawa para ilmuwan mendapatkan penghargaan internasional.
Pada 2019, penelitian mengenai bagaimana wombat menghasilkan kotoran berbentuk kubus meraih Ig Nobel dalam bidang fisika.
Ig Nobel merupakan penghargaan untuk penelitian yang awalnya membuat orang tertawa, tetapi kemudian mengajak mereka berpikir.
Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan dari University of Tasmania dan Georgia Institute of Technology.
Meski terdengar lucu, kajian ini melibatkan penelitian anatomi, pengujian jaringan usus, serta pemodelan matematika untuk memahami bagaimana bentuk kubus dapat terbentuk di dalam tubuh hewan.
Penelitian lanjutan yang diterbitkan pada 2021 kemudian memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai mekanisme pembentukan sudut dan sisi datar kotoran wombat.
6. Wombat Memiliki Cakar Kuat untuk Menggali Liang
Selain keunikan sistem pencernaannya, wombat juga dikenal sebagai penggali tanah yang sangat baik.
Hewan ini memiliki kaki pendek tetapi kuat dengan cakar besar yang membantu menggali liang bawah tanah.
Liang tersebut digunakan sebagai tempat berlindung dari suhu ekstrem dan ancaman predator.
Wombat juga dikenal lebih aktif pada malam hari, terutama ketika suhu lingkungan lebih sejuk.
Kebiasaan hidup di bawah tanah dan aktivitas mencari makan membuat hewan ini memiliki sejumlah kemampuan adaptasi yang menarik untuk dipelajari.
Keunikan Wombat Membuktikan Banyak Rahasia di Dunia Hewan
Wombat bukan hanya menarik karena bentuk tubuhnya yang menggemaskan. Hewan asal Australia ini juga memiliki mekanisme biologis yang tidak biasa, mulai dari sistem pencernaan yang mampu menghasilkan kotoran berbentuk kubus hingga kebiasaan menggunakan kotoran sebagai penanda wilayah.
Penelitian mengenai wombat menunjukkan bahwa fenomena yang terlihat sederhana sekalipun dapat menyimpan penjelasan ilmiah yang kompleks.
Bahkan, sesuatu yang mungkin dianggap sepele seperti bentuk kotoran ternyata dapat membantu para ilmuwan memahami cara kerja jaringan usus dan perilaku komunikasi hewan.