Topikseru.com - Masyarakat dan wisatawan yang berencana mengunjungi Istana Maimun di Kota Medan harus bersabar. Bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Deli tersebut resmi ditutup sementara mulai Sabtu (7/11/2026).
Penutupan dilakukan karena Istana Maimun akan menjalani proses revitalisasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Pekerjaan ini diperkirakan berlangsung sekitar 3,5 bulan.
Kepastian penutupan disampaikan Sultan Deli XIV, Tuanku Mahmud Aria Lamanjiji Perkasa Alam Shah, setelah menggelar syukuran dan doa bersama keluarga kesultanan pada Jumat (6/11/2026).
Sultan yang akrab disapa Tuanku Aji tersebut meminta masyarakat mendukung proses revitalisasi agar berjalan lancar.
Selama pengerjaan berlangsung, seluruh aktivitas di dalam kompleks istana dihentikan sementara, termasuk kunjungan wisatawan.
Revitalisasi Istana Maimun Telan Anggaran Rp65 Miliar
Revitalisasi Istana Maimun bukan hanya menyasar bangunan utama. Penataan juga mencakup sejumlah fasilitas dan kawasan pendukung di lingkungan istana.
Proyek dengan anggaran sekitar Rp65 miliar ini mencakup perbaikan sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan, seperti genteng, dinding, dan elemen kaca.
Selain itu, kawasan halaman depan, area rumput, serta lingkungan sekitar istana juga akan ditata kembali.
Penataan turut menyasar kawasan ekonomi masyarakat. Sebanyak 57 kios UMKM direncanakan masuk dalam program revitalisasi agar aktivitas perdagangan di sekitar kawasan istana menjadi lebih tertata.
Proyek tersebut juga mencakup pembangunan 23 unit rumah dua lantai bagi para ahli waris di lingkungan istana.
Dengan demikian, revitalisasi tidak hanya berfokus pada pemugaran bangunan bersejarah, tetapi juga pembenahan kawasan yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.
Apakah Bentuk Asli Istana Maimun Akan Berubah?
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam revitalisasi ini adalah keaslian arsitektur Istana Maimun.
Istana yang menjadi salah satu ikon Kota Medan tersebut merupakan bangunan cagar budaya. Karena itu, proses perbaikan harus memperhatikan ketentuan pelestarian warisan budaya.
Kontraktor pelaksana revitalisasi, Sukhriana, memastikan bentuk utama Istana Maimun tidak akan diubah.
Pekerjaan lebih diarahkan pada perbaikan bagian yang rusak dan penyempurnaan bangunan tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Proses pengerjaan juga melibatkan koordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya untuk menjaga nilai sejarah dan arsitektur bangunan.
Ditargetkan Dibuka Kembali Setelah Lebaran 2027
Proses revitalisasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3,5 bulan.
Pihak kontraktor menyebut kontrak awal pengerjaan berlangsung selama 65 hari. Namun, waktu tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan sehingga diajukan perpanjangan hingga sekitar akhir Februari 2027.
Dengan target tersebut, Istana Maimun diharapkan dapat kembali menerima pengunjung setelah Lebaran 2027.
Penutupan sementara ini menjadi bagian dari upaya pembenahan salah satu warisan sejarah paling penting di Kota Medan.
Masyarakat kini menantikan hasil revitalisasi tersebut, terutama bagaimana Istana Maimun dapat tampil lebih terawat tanpa kehilangan identitas sejarah dan budaya Kesultanan Deli.